Sesi Pemotretan yang Melelahkan

“Owaaa,owe,uaaa” suara tangisan yang keluar dari mulut kecil putraku. Tangisan itu menandakan waktu sudah mulai pagi dan aku teringat kalau hari ini ada sesi pemotretan tim Persita Tangerang. Tanpa basa-basi aku langsung bergegas ke kamar mandi lalu berangkat menuju Lokasi.

Aku tiba pukul 07.30 lebih maju dari jam yang sudah ditentukan. Walau datang lebih pagi, tetapi Senior ganteng bernama Bobby Abdullah sudah lebih dulu tiba ditemani segelas kopi hitam sambil bercengkrama dengan Bapak Erick. Entah apa yang dibicarakan, tentu saja obrolan kosong yang tidak ada ujungnya.

Waktu menunjukan pukul 09.13. Teman-temanku sudah mulai datang dan langsung melakukan aktivitasnya masing-masing. Mulai dari sarapan, menyiapkan perlengkapan sampai berdiskusi. Seperti biasa, setiap ada yang sibuk ada juga yang pura-pura sibuk, ngomongin orang, dan bengong..

Sebelum Pemotretan, semua kru yang bertugas mengisi perut terlebih dahulu dengan nasi ayam Bu Yudhi dibeli langsung oleh penikmat kuliner Robert dan Dwi.  Setelah santap  siang, pelatih dan official sudah mulai berdatangan. Sesi pemotretan pun dimulai. Pemain Persita silih datang dan pergi dari Indoor Stadium tempat kita melakukan sesi pemotretan.

Hari sudah mulai gelap, kaki sudah mulai pegal, badan terasa dibanting Brock Lesnar. Saat hendak membereskan semua perlengkapan terdengar bunyi “Pleek” suara bola basket yang masuk ke dalam ring. Jiwa-Jiwa abasku (anak basket) bergejolak. Tanpa pikir Panjang aku langsung meminta bola dan melesatkannya ke dalam ring. Yap! bola basketnya entah kemana.

Setelah semenit aku menjadi Steph Branch, semua kru berkumpul untuk menutup acara. Hari ini semua kru nampak kelelahan. Kaos dan celana mereka penuh dengan keringat. Tentu saja bukan karena bekerja seharian tetapi bermain basket dengan sesukanya.

Share This Post

What are you looking for ?

Find some desired keywords.